Selamat Datang di " SMA Negeri 1 Serui = Sekolah Literasi "

  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen didampingi Pengawas SMA/SMK pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kajari Kabupaten Kepulauan Yapen dan Perwakilan Kepolisian Resort Kabupaten Kepulauan Yapen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para undangan orang tua pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen menyerahkan hadiah kepada juara lomba puisi dan cerpen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Bendahara (Salmawaty) dan Penanggung Jawab Program Gerakan Literasi Sekolah (Fitri H K Devi) pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui

BANGKITKAN SEMANGAT SUMPAH PEMUDAMU

Di pagi hari yang cerah mirna pun terbangun dari tempa tidurnya dan mulai bersiap-siap berangkat sekolah. Mirna berasal dari keluarga yang kaya, meskipun ia hidup dengan kemewahaan tetapi ia tak pernah sombong dan angkuh kepada orang lain. Mirna telah di ajarkan sopan santun sejak kecil dari orang tuanya .setelah ia selesai sarapan bersama orang tuanya mirna pun berangkat kesekolah di antarkan oleh sopirnya dengan menggunakan mobil mewah berwarna merah yang begitu elegan di lihat mata.

Mirna pun tiba di sekolahnya ia mulai berjalan menuju kelasnya , setibanya di dalam kelas tak lama kemudian bel pun berbunyi kring...kring...kring... sesaat ibu guru pun masuk ke kelas. Mirna pun mulai mengeluarkan buku bahasa indonesanya dan proses belajar mengajarpun berlangsung . Ditengah proses pembelajaran ibu guru pun meemberikan pertanyaan.

“siapa yang tau apa makna dari sumpah pemuda?.” tanya ibu sambil menganggkat tangannya

.

“menyatukan,bu.” kata jojon sambil menganggkat tangannya .

“ia betul jojon, apakah masih ada yang lain?.” kata ibu guru

“menyatukan/mempersatukan perbedaan antrbangsa indonesia salah satu contoh yaitu persatuan perbedaan ras budaya dan agama ,bu.” jawab mirna sambil mengangkat tanggannya.

“apakah masih ada yang mau menjawab!”Jesika?

“(sambil kaget mendengar namanya di panggil) iya bu.? “

“apakah kamu punya jawaban lain ?” sambil melihat jesika .

“tidak ada bu.“ kata mirna dengan judes.

Ibu guru pun mulai menjelaskan apa makna dari sumpah pemuda, dan akhirnya proses pembelajaaran pun berakhir , namun sebelum ibu guru keluar dari kelas ibu pun memberikan tugas untuk minggu depan

“anak-anak tugas untuk minggu depan yaitu ceritakan kisah hidup dari salah satu teman kalian dan ceritakan di depan kelas, paham ! ”kata ibu.

“iya , bu.“ kata murid-murid.

Seperjalanan pulang mirna pun mulai berfikir kira-kira siapa yang akan ia ceritakan kisah hidupnya. Tiba-tiba ia pun melihat jesika yang jalan di badan trotoar dalam keadaan merenung seperti memikirkan sesuatu . mirna pun mulai bertanya-tanya

“sebenarnya apa yang di fikirkan jesika , meengapa ia selalu melamun dan di sekolah pun ia selalu menyendiri dan menggurung dirinya dari orang.” (bertanya dalam hati )sambil melihat jesika dari dalam jendela mobilnya .

“pak,tolong ikuti anak yang berjalan di trotoar sana pak.” sambil menunjuk ke atah jesika.

“baik,non.” kata sopir.

Akhirnya jesika pun berhenti di sebuah rumah kecil yang beratapkan gelaga, bertiankan kaya dan berdinding banbu , jesika pun masuk kedalam rumah dan menyalim tanggan ibunya yang terbaring kaku di tempat tidur .mirnapu keluar dari kamar tersebut dengan raut wajah penuh kasihan .

(tanpa di sadari mirna oun masuk kedalam rumah )

“apa yang kau lakukan di sini.?” tanya jesika.

“maaf jes aku tadi mengikutimu sewaktu kau perjalanan ke rumah , maafkan aku.” kata mirna sambil menatap jesika.

(keadaan pun hening sejenak)

“jes , apakah ini alasan mengapa kau selalu merenung seorang diri.?” sambil menatap jesika.

“iya, ini lah aku dengan kehidupan yang begitu serba kekurangan.“kata jesika sambil menangis.

“lantas hal apa yang membuatmu selalu merenung di kelas apa yang kau fikirkan.?” tanya mirna.

“aku membayangkan bisa kah aku meraih cita-citaku dengan kehidupan ku yang serba kekurangaan seperti ini.?” kata jesika sambil menangis.

“mengapa tidak , kau merupakan murid yang pintar di sekolah jangan kau berfikir bahwa orang miskin dan hidup berkurangan tidak dapat meraih cita-citanya” kata mirna sambil berusaha menguatkan jesika.

“tetapi bagaiman aku bisa meraih cita-citaku dengan kondisi ku seperti ini , untuk mkan pun susah.” kata jesika.

“teruslah belajar , janganlah kamu pantang menyerah dengan kondisi kehidupanmu yang serba berkekurangan kamu pun bisa meraih cita-citamu dengan jalur prestasi kan?.” Sambil menepuk pundak jesika.

“kamu benar, mir.” Kata jesika sambil tersenyum.

“bukankan kah sekolah kita sudah termaksud dalam urutan 102 sebagai sekolah literasi , oleh sebab itu manfaatkanlah fasilitas sekolah kita , bukaankah di sekolah kita sudah di lengkapi berbagai fasilitas di antaranya perpustakaan . dan juga sekolah pun sudah menyiapak beberapa unit komputer untuk di pergunakan oleh para siswa agar dapat mengakses informasi dari internet dengan mudah dan cepat dengan mencari di internet juga kamu dapat memperoleh wawasan yang lebih luas dan juga sebagai guru kedua bagi kita.” Kata mirna kepada jesika.

“kau betul, mir.” Kata jesika .

“aku yakin suatu saat kau bisa meraih cita-citamu” kata mirna

“amin.” Sambil tersenyum kepada mirna.

Sejak saat itulah jesika mulai mengerti akan arti dari kehidupan ini bahwa cita-cita bukanlah untuk di renungi ataupun untuk sekedar hayalan tetapi sebisa mungkin berusaha untuk mewujudkannya dengan semangat dan kerja keras .

Pencipta: purwanti kelas XII MIA 3