Selamat Datang di " SMA Negeri 1 Serui = Sekolah Literasi "

  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen didampingi Pengawas SMA/SMK pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kajari Kabupaten Kepulauan Yapen dan Perwakilan Kepolisian Resort Kabupaten Kepulauan Yapen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para undangan orang tua pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen menyerahkan hadiah kepada juara lomba puisi dan cerpen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Bendahara (Salmawaty) dan Penanggung Jawab Program Gerakan Literasi Sekolah (Fitri H K Devi) pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui

BURUNG BANGAU DAN SI KEPITING

Di Suatu tempat yang luas wilayahnya, terdapat suatu sungai yang besar di sepanjang pesisirnya di tumbuhi oleh hutan bakau dan terdapat kolam-kolam kecil di sepanjang sungai itu. Airnya asing yang selalu terjadi pasang surut air laut pada daerah muara sungai itu. Setiap air pasang kolam-kolam kecil di samping sungai itu tergenang oleh air,sebaliknya pada saat air surut kolam-kolam tersebut airnnya menjadi sedikit dan berkurang. Di dalamnya terdapat ikan-ikan kecil yang hidup di kolam tersebut proses ini terus berlanjut setiap waktu.

Pada suatu hari,datanglah seekor burung Bangau yang terbang mengunjungi sungai tersebut , sehingga Ia mengetahui serta melihat bahwa di kolam-kolam itu terdapat banyak ikan yang membuat hatinya terkejut untuk menyantap ikan-ikan itu. Bukan hanya melihat,melainkan Ia melaksanakan apa yang Ia pikirkan. Hal ini menjadi kebiasaan baginya yang di lakukan terus-menerus mengakibatkan jumlah ikan di kolam itu semaking berkurang.

Di samping itu, ada seekor Kepiting yang melihat bahwa hal yang di lakukan oleh seekor burung Bangau itu adalah salah, karena Ia tidak mendapat kebagiaan terhadap ikan-ikan itu. Yang membuat seekor Kepiting itu iri hati dan marah Sehingga pada suatu hari seekor Kepiting ini memasang strateginya untuk mencelakakan burung bangau, dengan cara mendahului si burung bangau di dalam kolam tersebut. Tiba-tiba datanglah Si jago itu ke kolam untuk memakan ika-ikan yang ada di kolam itu. Pada saat ia mendarat dan melunjurkan kedua kakinya ke dalam kolam langsung seekor kepiting itu menyambut dengan menjepit kaki burung bangau itu. Bangau tidak berbuat apa-apa Ia hanya mengatakan: mengapa kamu begitu nekat sekali untuk mencelakahkan Ku ? Seekor kepiting itu pun menjawabnya :sebenarnya aku tidak bermaksud untuk mencelakahkan mu tetapi,karena kelakuanmu itu sudah melebihi batas, jadi sekarang kamu rasakan akibatnya. kepiting itu sambil menjepit kaki burung bangau semakin keras . Bangau pun tidak setuju mengapa Ia di perlakukan semena-mena oleh kepiting itu,sehingga bangau membuat reaksinya dengan cara mengepakan sayapnya dan terbang bersamaan mengangkat kepiting itu ke atas pohon yang tinggi. Lalu burung bangau itu berkata kepada Kepiting , walaupun kamu menjepit kakiku sapai aku mati,kamu pun pasti akan mati karena tidak ada yang menurunkanmu dari pohon ini. walaupun kamu melepaskan dirimu ke bawah, pasti nyawamu akan lenyap pada saat tubuhmu menyentu tanah karena pohon ini sangat tinggi.kepiting itu pun menyadari apa yang telah Ia lakukan kepada si bangau itu lalu ia menyerah dan melepaskan kaki si bangau itu dengan harapan pasti si bangau akan menurunkannya dari pohon. Kenyataannya Bangau mempunyai fikiran bahwa ia telah di ancam oleh si kepiting maka pada saat si kepiting melepaskan kakinya Ia pun segera terbang meninggalkan si kepiting itu di atas pohon .Kepiting itu sesali apa yang telah ia lakukan pada saat itu. Ia berteriak minta tolong, kebetulan di atas pucuk pohon itu ada seekor burung Nuri yang memakan biji dari buah pohon itu, Ia mendengar suara si kepiting lalu Ia mendatanginya dan bertanya kepadanya mengapa sampai kamu bisa berada di atas pohon ini ? kepiting menjawabnya dan mencerikan semua kejadian awal itu kepada burung Nuri . Burung Nuri segera menurungkan si kepiting itu ke bawah dengan pesan Kamu tidak boleh mengulangi perbuatanmu lagi . kepiting pun sahut apa yang di sampaikan burung Nuri itu.

Dari cerita tersebut kita dalam menjalani kehipan tidak boleh mencari garah, mengganggu orang , atau pun membawah diri mencampuri persoalan orang lain. karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di belakang,Seandainya kita mempunyai dasar yang kuat barulah bisa.karena akibatnya akan kena kita sendiri kalau memang berlebihan.Dan juga ada sisi lain, misalkan pada awal ada seseorang yang kita tidak kenal mereka,kita anggap itu orang lain tetapi mereka itulah yang pasti akan menolong kita pada saat kita bermasalah .Jadi,jangan terlalu membuat diri inti sedangkan kamu tidak tahu bahwa masih ada orang lain.

Cerita ini hanya berdasarkan fiksi atau khayalan imanjinasi.

Sekian dan terima kasih........

Karya : Demas Awaki

Kelas : XI IPS 3