Selamat Datang di " SMA Negeri 1 Serui = Sekolah Literasi "

  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen didampingi Pengawas SMA/SMK pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kajari Kabupaten Kepulauan Yapen dan Perwakilan Kepolisian Resort Kabupaten Kepulauan Yapen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para undangan orang tua pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen menyerahkan hadiah kepada juara lomba puisi dan cerpen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Bendahara (Salmawaty) dan Penanggung Jawab Program Gerakan Literasi Sekolah (Fitri H K Devi) pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui

Ejekan bukan penghalang Mimpi

Di sebuah kabupaten kecil di provinsi kepulauan yapen ada sekolah menengah atas. Sekolah yang terkenal dengan keunggulan komunikasi literasinya. Kebanyakan murid yang bersekolah di sekolah tersebut memiliki orang tua yang berprofesi sebagai pedagang dan memiliki penghasilan yang lumayan besar.

Pada hari senin seperti pada umumnya sekolah lain, sekolah tersebut melaksanakan upacara bendera dilapangan sekolah yang luas. Upacara bendera berjalan dengan baik. Pada waktu amanat, kepala sekolah memberi informasi kepada seluruh siswa bahwa akan diadakannya tes untuk lomba olimpiade TIK(Teknologi Informasi Komunikasi) di sekolah, nilai tertinggilah yang akan mewakili sekolah untuk mengikuti olimpiade tingkat Nasional. Untuk pendaftarannya akan ditanggungjawabkan kepada wali kelas masing-masing

Upacara selesai, semua siswa menuju ruang kelasnya masing-masing. Di dalam kelas, seluruh siswa ramai membicarakan olimpiade TIK. Kelas menjadi sunyi ketika seorang wali kelas memasuki ruang kelas. “ayo anak-anak bagi yang berminat mengikuti olimpiade TIK, silahkan mendaftarkan diri.” ujar sang wali kelas, Seluruh siswa maju satu persatu ke depan kelas untuk mendaftarkan dirinya. Lalu, tiba giliran seorang murid yang paling muda usianya. Bajunya kusam, tubuhnya kurus kecil, tetapi suaranya sangat lantang. “saya ingin mengikuti olimpiade TIK pak, saya akan belajar dengan giat agar menjadi juara dan membanggakan nama sekolah”.

Mendengar suara lantang si murid kecil itu, kontan seisi kelas tertawa bersamaan. “Dasar pemimpi…! Tau apa kamu tentang teknologi komunikasi…!kurang update gitu, mau sok jadi juara…” ejek siswa yang lain. Mereka mencemoh cita-cita si murid kecil. Melihat kegaduhan itu, sang wali kelas langsung menegur siswanya. “sudah tenang, kalian ini tidak boleh saling mencemoh. Seharusnya kalian saling memotivasi satu sama lain”. Nasehat sang wali kelas. “Saya sudah menantikan olimpiade ini sejak lama pak, saya berjanji akan belajar dengan sungguh-sungguh”. Si murid kecil semakin bersemangat. “Baiklah, minggu depan lombanya akan dimulai, kalian harus semakin giat belajarnya”. Ujar sang wali kelas.

Sejak itu, si murid kecil tidak pernah membuang waktunya untuk hal yang sia-sia, sehabis pulang sekolah si murid kecil menghabiskan waktu untuk membaca di perpustakaan umum yang berada tak jauh dari sekolah. Uang jajan yang diberikan tidak pernah dibelanjakannya, uang itu ia pakai ke warnet untuk browsing pelajaran. Tak lupa juga ia selalu browsing soal-soal olimpiade tahun lalu untuk ia pelajari dirumah.

Hari silih berganti waktu, tes yang diadakan di sekolah pun sudah berlalu. Pada hari Senin, Pengumuman hasil tes akan dibacakan usai upacara bendera. Ketika hasil tes akan dibacakan, betapa terkejutnya si murid kecil ketika kepala sekolah mengatakan bahwa nilai tertinggi diraih oleh si murid kecil, senang bukan kepayang ia mendapatkan kesempatan mewakili sekolah untuk mengikuti olimpiade TIK besok lusa

Hari tes olimpiade Nasional pun telah tiba. Sebelum si murid kecil pergi untuk mengikuti lomba, ia meminta doa restu dari kedua orang tuanya. Tak berlangsung cukup lama yakni kurang dari 3 jam, dengan percaya diri dan berdo’a si murid kecil berhasil menyelesaikan soalnya tepat waktu, pengumuman bagi siswa yang lulus akan dilakukan pada hari ke tujuh setelah tes.

Hari yang dinantikan si murid kecil telah tiba. Dengan semangat, si murid kecil bergegas ketempat diumumkannya pemenang olimpiade TIK, semua siswa dari berbagai sekolah berdatangan untuk melihat pengumuman tersebut, nama-nama siswa yang lulus tes sudah ditempel, dengan berdesak-desakkan si murid kecil melihat pengumuman tersebut, betapa bahagianya ketika ia melihat dari ratusan siswa yang ikut olimpiade, namanya ada diurutan pertama sebagai siswa yang dinyatakan lulus dan akan mewakili Negaranya untuk melanjutkan olimpiade tingkat Internasional di Negara Australia Negeri yang dijuki Negeri Kangguru, Negeri yang tidak pernah terlintas sedikitpun pada benaknya bahwa dia akan mengabiskan waktunya tiga bulan disana

Tiga bulan pun berlalu si murid kecil mendapatkan juara pertama olimpiade TIK Internasional dan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya kelak. Suka duka telah ia lewati di Negeri orang, kini waktunya ia kembali ke Negeri yang tercinta. Di Sekolah si murid kecil menjadi kebanggan sekolah karena telah mengharumkan nama Sekolah, teman-teman sekelas yang telah mengejeknya pun telah meminta maaf kepada si murid kecil karena telah mencemoh cita-cita dan kini mereka semuanya berteman baik dan saling membantu untuk meningkatkan prestasi di Sekolah

SELESAI

Tema : Dengan semangat sumpah pemuda kita sukseskan cita-cita menjadi sekolah liberal Nama : Eka Suci Ramadhani Kelas : XII Mia 3