Selamat Datang di " SMA Negeri 1 Serui = Sekolah Literasi "

  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen didampingi Pengawas SMA/SMK pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kajari Kabupaten Kepulauan Yapen dan Perwakilan Kepolisian Resort Kabupaten Kepulauan Yapen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para undangan orang tua pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen menyerahkan hadiah kepada juara lomba puisi dan cerpen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Bendahara (Salmawaty) dan Penanggung Jawab Program Gerakan Literasi Sekolah (Fitri H K Devi) pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui

Gerakan Perubahan

Mentari mulai terlihat dari ufuk timur. Dengan rasa malu ia mulai memancarkan sinarnya. Dengan perlahan aku membuka mataku dan beranjak dari ranjangku. Lalu kubuka jendela kamarku. Langit begitu cerah. Dan ku hirup udara pagi yang masih segar. Melihat rerumputan hijau sepnjang halaman rumahku untuk menyegarkan mata. Usai itu, aku lalu bergegas mandi dan siap-siap berangkat menuju sekolah.

Sesampainya disekolah, aku berjalan menyusuri koridor sekolah. Nampak belum terlalu ramai karena masih pukul 06.30 WIT. Saat dikelas, aku duduk menunggu teman-temanku. Menit demi menit berlalu, sekolah pun mulai dipenuhi siswa-siswi. Dan teman-temanku pun mulai berdatangan.

“Kriiiiiiiiiiiiiinnngggg..... Kriiiiiiiiiinnnngggg...... Kriiiiiiiiiiinnnnnnngggggg......” bel berbunyi, tanda masuk sekolah. Pagi itu, tepat pukul 07.00 WIT. Mengingat ini adalah hari Senin, harinya upacara sang saka Merah Putih, harinya merenungkan pengorbanan dan jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam melawan penjajah Belanda dan Jepang, terutama pahlawan dalam bidang Pendidikan. Kata Bung Karno, presiden pertama kita “ Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghormati Para Pahlawannya”.

Kita patut bersyukur, karena Bangsa kita telah merdeka dari jajahan bangsa-bangsa asing yang ingin merebut keutuhan NKRI. Tapi, saat ini bangsa kita sedang mengalami penjajahan yang terselubung dengan taktik dan strategi baru oleh bangsa asing. Terutama melalui teknologi yang semakin canggih. Penyalahgunaaan teknologi mengakibatkan beredarnya pornografi dan pornoaksi dari budaya mereka yang menjajah negeri ini. Akhlak negeri ini menjadi rusak karenanya..

Upacara bendera SMA N 1 telah dimulai. Para guru dan siswa-siswi telah berbaris rapi. Lalu pengibaran bendera Merah Putih yang di iringi dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, kami mendengarkan amanat yang disampaikan pembina upacara. Kali ini yang menjadi pembina upacara adalah Ibu Fitri. Beliau merupakan Wakasek K13 di SMA N 1.

“ Selamat Pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Pertama-tama mari kita panjatkan Puji dan Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena kebesaran dan kekuasaan-Nya kita dapat berkumpul di Pagi hari ini untuk melaksanakan rutinitas kita setiap hari Senin, yaitu Upacara Bendera. Yang saya hormati Kepala Sekolah SMA N 1, Yang saya hormati guru-guru beserta Staf Tata Usaha, dan yang saya cintai siswa-siswi SMA N 1 sekalian. Anak-anak yang saya sayangi dan saya banggakan. Ada beberapa hal yang perlu kalian ketahui, bahwa Sekolah kita dikenal sebagai sekolah Literasi di Indonesia dan merupakan urutan ke-102 dari beribu sekolah yang ada di Indonesia. Apa itu Literasi ? Jadi, Literasi adalah kemampuan membaca dan menulis atau melek aksara. Literasi juga bisa berarti melek teknologi, politik, berpikiran kritis, dan peka terhadap lingkungan sekitar. Literasi merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan informasi tertulis atau cetak untuk mengembangkan pengetahuan sehingga mendatangkan manfaat bagi masyarakat. Jadi, kita harus bangga mengenai hal itu. Untuk itu, menjelang hari Sumpah Pemuda yang di peringati setiap tanggal 28 Oktober. Sekolah kita akan mengadakan lomba, seperti poster dan juga lomba cerpen. Dan anak-anak yang memiliki bakat menggambar bisa tersalurkan dengan mengikuti lomba poster. Sekian penyampaian dari ibu pagi hari ini. Kurang dan lebihnya ibu mohon maaf. Selamat Pagi.” Papar Ibu Fitri untuk siswa-siswi SMA N 1.

Di kelas XI IPA, aku dan teman-teman kemudian mendiskusikan tentang penyampaian dari Ibu Fitri tadi Pagi. Kemudian, kami mulai memikirkan ide-ide untuk menerapkan sekolah literasi. Kami berencana untuk membuat Perpustakaan Kelas dan ingin berusaha menjadi contoh untuk siswa-siswi SMA N 1 sekalian.

“Kriiiinnngggg...... Kriiiiiinnnnngggg...... Kriiiiinnnnnggggg.....” bel pertanda usai pelajaran pun berbunyi. Kami pulang kerumah masing-masing dan akan berkumpul kembali dirumah Resti pukul 15.00 WIT untuk menyelesaikan perpustakaan kelas.

Tepat pukul 3 Sore, aku ke rumah Resti. Dan membawa buku-buku yang akan di sumbangkan pada perpustakaan kelas yang akan kami buat. Seperti novel dan juga buku-buku pelajaran. Kami memikirkan bagaimana model perpustakaan yang akan kami buat, dan dari apa kita akan membuat rak buku tersebut. Akhirnya Resti memutuskan untuk membuat rak buku dari bambu.

Kami pun mulai membuatnya. Sampai pukul 8 malam, rak buku untuk perpustakaan kelas pun selesai. Keesokan harinya kami memasang nya disekolah. Dan di atasnya kami tulis read yang artinya membaca. Untuk perpustakaan dikelas kami pun telah selesai.

Selanjutnya, dengan perlahan kami mulai menerapkan program yang telah kami rencanakan. Dengan adanya buku-buku di kelas, aku dan teman-teman lebih sering membaca buku dikala guru tidak masuk kelas. Dan membuat hal-hal yang baru, yang bisa bermanfaat seperti menulis cerpen, puisi, dan pantun yang kemudian kami bukukan.

Awal nya memang sulit, tetapi seiring berjalan nya waktu teman-teman sekelas mulai terbiasa. Dan tak disangka guru-guru pun mengacungkan jempol untuk kelas kami. Kami merasa senang. Tetapi, kami tak menganggap bahwa kami hebat. Cukup mereka yang mengatakan itu. Agar kami tidak mudah besar kepala dan menjadi sombong.

Dan pada saat hari Sumpah Pemuda, kelas kami diumumkan sebagai pemenang dalam lomba kelas. Kami sangat bahagia, dan juga bangga untuk prestasi yang dapat kami raih. Tetapi, kami mencoba untuk tetap rendah hati kepada teman-teman lain dan juga guru-guru kami.

Man Jadda Wa Jada .....

Barang siapa yang bersungguh-sungguh

pasti akan berhasil*

(Tasya Endah Anggraini – XI IPA 5)