Selamat Datang di " SMA Negeri 1 Serui = Sekolah Literasi "

  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen didampingi Pengawas SMA/SMK pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kajari Kabupaten Kepulauan Yapen dan Perwakilan Kepolisian Resort Kabupaten Kepulauan Yapen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para undangan orang tua pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen menyerahkan hadiah kepada juara lomba puisi dan cerpen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Bendahara (Salmawaty) dan Penanggung Jawab Program Gerakan Literasi Sekolah (Fitri H K Devi) pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui

Hidup Bermandiri

Semenjak ayah dan ibu timo meninggal, timo pun tinggal sendirian didalam rumah ketika itu timo masih duduk di bangku SMP kelas VIII. Waktu kedua orang tuanya masih hidup dia selalu di perhatikan dengan baik tapi sekarang sudah tidak lagi dia harus berusaha sendiri. Hidup timo pun susah dia harus bekerja keras agar bisa hidup, setelah pulang sekolah timo berjalan mencari pekerjaan yang bisa menghasilkan uang.

Hari pertama setelah pulang sekolah ia pergi mencari pekerjaan namun dia tidak mendapatkan pekerjaan dan merasa lelah karena telah berjalan sejauh mungkin namuntak dapt apa-apa. Besok harinya timo ke sekolah dan dia pulang ke rumah dan melanjutkan untuk mencari pekerjaan, setelah dia mengganti bajunya seragam sekolahnya dia keluar dari rumah dan pergi mencari pekerjaan namun dia belum juga mendapatkan pekerjaan. Hari ketiga dia pergi lagi untuk mencari pekerjaan namun dia tidak menemukan pekerjaan dan dia pulang ke rumah dalam keadaan lapar, dia duduk di depan rumah dalam keadaan lapar, sambil melihat bulan dan bintang-bintang yang terang. Dan dia pun mengingat kedua orang tuanya, dia berkata : “seandainya kalau ayah dan ibu berada di sini saya tidak akan kelaparan seperti ini, saya tidak susah.” (sambil menangis).

Tiba-tiba tetangga timo yang bernama jems dia adalah seorang mahasiswa dan biasa timo memanggilnya kak jems, kak jems melihat timo yang sedang menangis, dia merasa kasihan dan dia membujuk timo, dia berikan motivasi agar timo tetap harus berusaha, setelah itu timo berhenti menangis. kak jems mengajak timo untuk ke rumahnya agar makan, dan timo mengikuti kak jems ke rumahnya.

Setelah timo makan, kak jems bertanya sama timo, kalau timo tak keberatan timo bisa bekerja di warnet teman kak jems nanti penghasilannya setiap minggu. Dan timo mau bekerja di warnet, timo berterimakasih banyak kepada kak jems karena telah membantunya. Dan keesokan harinya timo setelah pulang sekolah timo ke rumah berganti pakaian dan diantar oleh kak jems ke warnet, timo sangat senang karena dia sudah mendapat pekerjaan agar membantu dia bertahan hidup. Jadi jadwal pekerjaan timo setelah pulang sekolah jam 12 siang, langsung jam 1 siang timo menjaga warnet sampai jam 5 sore, sementara timo menjaga warnet, timo juga dapat belajar di warnet dalam mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan dengan internet, dan dia juga belajar tentang pelajaran di sekolah yang belum dia pahami dari situs-situs web yang lain. Dan timo setiap menjaga warnet dia juga sedang belajar atau mencari ilmu di internet. Dia tekun belajar karena dia sadar dia tak punya apa-apa, sehingga dia harus terus berusaha agar bisa sukses.

Tak lama kemudian dia sudah tamat dari bangku SMP dan dia melanjuti SMA, dan dia ingin masuk di SMA Negeri 1 Serui karena sekolahnya menggunakan kelas digital. Dia selalu mencari informasi-informasi di situs SMA Negeri 1 Serui tentang pendaftaran masuk, dan dia mendapat informasi bahwa pendaftarannya online. Dan pada hari pendaftaran, dia mengikuti pendaftaran. Ketika dia cek di situs SMA Negeri 1 Serui namanya sudah terdaftar.

Pada saat tes untuk masuk SMA Negeri 1 Serui, dia pun lulus. Dia belajar selama tiga tahun di SMA Negeri 1 Serui dan sambil bekerja di warnet, dia tekun terus belajar sehingga nilai-nilai yang di perolehnya sangat memuaskan.

Setelah lulus dari SMA dia terpilih didalam siswa berprestasi sehingga dia di urus untuk melanjutkan perguruan tinggi S1 bidang Sistem Informasi diluar neg’ri dan biayanya ditanggung pemerintah. Setelah beberapa tahun kemudian dia lulus dari perguruan tinggi dan dia kembali dari luar negeri langsung diberi pekerjaan.

Dia senang karena telah berhasil, dia langsung ke kuburan ayah dan ibunya sambil menangis dan berkata “ayah.. ibu, saya sekarang telah berhasil, terimakasih ayah dan ibu karena telah pernah memperhatikan saya” dan dia pun juga pergi ke rumahnya kak jems, dan ternyata kak jems sudah menjadi seorang guru, dan dia berterima kasih banyak kepada kak jems, dan akhirnya kak jems dan timo adalah orang yang berhasil!!!!......

(Karya Steni S. Moai)