Selamat Datang di " SMA Negeri 1 Serui = Sekolah Literasi "

  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen didampingi Pengawas SMA/SMK pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kajari Kabupaten Kepulauan Yapen dan Perwakilan Kepolisian Resort Kabupaten Kepulauan Yapen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para undangan orang tua pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen menyerahkan hadiah kepada juara lomba puisi dan cerpen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Bendahara (Salmawaty) dan Penanggung Jawab Program Gerakan Literasi Sekolah (Fitri H K Devi) pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui

HONAI IMPIAN ANIKE

Dialah anike si anak rantau yang mungil ,berambut ikal dan berkulit hitam. Anike merupakan seorang siswi yang baru saja menduduki bangku SMA kelas X. Anike sering dipanggil ike. Ayah ike adalah seorang nelayan dan ibunya seorang ibu rumah tangga . Ayah dan ibunya menitip ike pada keluarga ayahnya yang tinggal dikota dengan harapan anike bisa mendapatkan pendidikan yang lebih layak.

Di pagi hari yang indah dan hembusan angin yang kencang yang diiringi oleh deringan suara alaram yang bertanda anike harus bangun dari tidur nyenyaknya.“dringg,dringg”(suara alaram).”Mamayo ini su jam berapa”kata anike dengan dialeknya yang khas . “sa harus mandi cepat-cepat ini” ucapnya dengan rasa semangat untuk bersekolah. Ia pun bergegas mandi dan memakai pakian seragamnya. “sa sudah SMA ini kah “kata anike sambil merapikan seragamnya didepan cermin. Setelah ia merapikan seragamnya dia bergegas memakai sepatu dan pamit kepada pamannya yang sudah ia anggap sebagai ayah nya sendiri .

“ bapa, anike pergi dulu “ kata anike.

“ iya anak ko pergi sudah” kata pamannya .

Sesampainya ia di sekolah ,Anike pun berjalan menuju gerbang utama dengan raut wajah yang gembira dan berjalan menuju kelasnya. Saat ia berjalan ia menegok ke dalam kelas-kelas yang dilaluinya ia melihat banyak siswa yang duduk membaca buku ,dalam hati ia berkata “kenapa kakak-kakak dong baca buku pagi-pagi “ujarnya dengan raut wajah yang penasaran. Ia pun makin penasaran karena melihat di dalam kelas banyak rak-rak buku yang menempel didinding-dinding kelas. Anike yang tadinya berjalan dengan raut wajah yang gembira kini berubah menjadi raut wajah yang penuh tanda tanya. Sesampainya di dalam kelas , teman-teman barunya meliriknya dengan lirikan mata yang tajam. Ia pun merasa tidak nyaman dan berkata ”kenapa dong lihat sa begitu, dong tidak pernah lihat orang cantikkah”ujarnya dalam hati. Anike pun duduk dan berkenalan dengan teman sebangkunya .

“halo” kata anike.

“iyah” kata teman sebangkunya .

“kopu nama siapa ?” Kata anike.

“kamu bilang apa ?” Kata teman sebangkunya

“oh maaf ,maksud saya nama kamusiapa ?” Kata anike.

“nama aku evelin” kata teman sebangkunya.

“oh aku anike” kata ike.

Lonceng sekolah pun berbunyi , proses pembelajaran pun dimulai . Pak andi pun bergegas masuk ke dalam kelas anike .

“selamat pagimurid-murid” kata pakAndi.

“selamat pagi pak” jawab semua murid.

“bapak adalah guru bahasa indonesia kalian” kata pakAndi. Setelah berapa menit mengajar pak Andi pun menyuruh masing-masing anak untuk membaca soal dan menjawabnya bersama-sama . Anike sebagai orang pertama karena ia duduk berhadapan dengan guru .

“ayo kamu bacakan soal nomor 1”kata pak andi.

”siap pak”kata anike . Ia pun mulai membaca .

”Aapaakah maksud darri unsur intrinnsik ?”(membaca dengan terbatah-batah ).

“kamu kenapa ?” Tanya pak guru .

”maaf pak saya belum lincah membaca” ujarnya (teman-temannya pun menertawainya).

”apakah kamu sadar tidak kamu itu sudah SMA,kamu tamatan darimana?” Kata pak guru

“saya tamatan dari salah satu SMP di papua”. Jawabnya

”oh, maaf anak-anak kalian harus maklumi kalau dia belum terlalu mahir membaca,karena papua merupakan provinsi yang menduduki urutan pertama dalam daftar provinsi menurut tingkat buta huruf” kata pak andi .

Anike pun merasa malu dan meneteskan air mata.Ia pun minta izin keluar kelas dan izin pulang di pak satpam dengan alasan ia sakit .

Anike pun beberapa hari tidak masuk sekolah dan ayah,ibu dan adiknya mengunjunginya . Setelah beberapa hari ia di rumah tiba-tiba adiknya pun bertanya kepadanya .

“kaka , ini barang apakah ?”(sambil memegang buku-buku cerita anike di atas meja).

“oh, itu buku cerita ade”jawab anike .

Pertanyaan adeknya itu sontak membuat anike kaget dan terharu dan dia pun berfikir.

”Oh berarti yang pak guru de bilang itu benar ,contohnya anak ini buku cerita saja dia tidak tau apalagi membaca” fikirnya .

Anike pun kembali bersekolah dan setiap pagi anike pun mengikuti kegiatan yang di terapkan di sekolah yang mana siswa harus membaca 15 menit setiap pagi .Anike pun semakin menunjukan eksitensinya sebagai siswa yang rajin membaca. Di pagi hari ia berjalan kebelakang kelas menuju ke rak-rak buku yang menempel di dinding-dinding kelas . Ia pun melihat buku-buku yang banyak dan melihat teman-temannya yang sedang membaca .Tiba-tiba ia merenung mengingat pertanyaan adiknya yang menanyaka nya soal buku cerita “andaikan yang duduk membaca itu sapu adik-adik dong di kampung”. Karena melihat anike yang merenung evelin pun menghampirinya dan berkata

“ kamu kenapa?” Kata evelin.

”tidak apa-apa “ kata anike.

”oh sudahlah “kata evelin .

Lonceng sekolah berbunyi dan murid-murid diminta berkumpul di lapangan untuk mendengar pengumuman . Murid-murid pun berbaris dan mendengar pengumuman . Isi pengumuman di sampaikan oleh kepala sekolah bahwa ada lomba membuat suatu kegiatan yang berhubungan dengan literasi dalam bentuk video dan dinilai melalui internet. Sesudah menyampaikan kepala sekolah merinta murid-murid diliburkan selama 2 minggu.Usai mendengar pengumuman murid-murid dipulangkan.

Anike pun berjalanpulangkerumahdantiba-tiba ia melihat seorang anak kecil sedang duduk membaca di depan rumah . Ia pun mengingat adiknya . Dan ia pun berinisiatif untuk membuat suatu gerakan literasi di kampungnya yang mana bertujuan untuk budayakan membaca di desanya . Sesampainya di rumah ia pun berjalan ke tetangga-tetangganya untuk meminta sumbangan buku-buku cerita bekas yang sudah tidak digunakan. Dan ia akan membawanya ke kampong besok . Sesampainya di kampong ia mengumpulkan semua anak-anak kecil dan mengajari mereka membaca dan ia meminta pamannya mengambil dokumentasi atas kegiatan tersebut dan mengirim video itu ke internet .

Di Pagi hari , di halaman sekolah para murid berkumpul untuk menyaksikan video yang dinyatakan sebagai pemenang. Para murid pun di minta berhitung satu sampai tiga dan video pun diputar dan mereka melihat wajah anike di dalam video itu dan sontak membuat mereka kaget dan meneriakkan nama anike dan semua sisiwa pun tepuk tangan dan pak andi pun berlari kearah anike dan menariknya naik ke atas panggung. Dengan rasa bangga dan terharu pak andi pun berbicara kepada semua murid tentang kebanggaannya kepada anike .Sungguh hal ini tak pernah terbesik di benak anike bahwa ia bias menjadi pemenang dan ia pun mendapatkan bantuan dana dan membuat gubuk di desanya yang ia namakan “HONAI IMPIAN ANIKE”.

(Karya : Abdul Razak – 12 IPA3)