Selamat Datang di " SMA Negeri 1 Serui = Sekolah Literasi "

  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen didampingi Pengawas SMA/SMK pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kajari Kabupaten Kepulauan Yapen dan Perwakilan Kepolisian Resort Kabupaten Kepulauan Yapen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para undangan orang tua pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen menyerahkan hadiah kepada juara lomba puisi dan cerpen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Bendahara (Salmawaty) dan Penanggung Jawab Program Gerakan Literasi Sekolah (Fitri H K Devi) pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui

KITA PASTI BISA

Pagi yang cerah , matahari mulai menampakkan sinar nya . Burung burung berkicau terdengar seperti irama lagu . Ku lirik jam dinding kamar menunjukkan pukul 05.45 . Masih ada waktu untuk menghirup udara segar , sekaligus meregangkan otot otot agar tidak tegang . Kubuka jendela kamar dan berjalan menuju balkon , kebetulan letak kamar ku di lantai dua . Ku hirup nafas dalam dalam dan mengehembuskannya secara perlahan , terasa segar sekali udara di pagi hari . Aku bersyukur tinggal di tempat yang jauh dari jalan raya dan tentunya tidak membuat lingkungan rumah ku tercemar polusi udara . Tidak lupa aku menggerakan tubuh ku kekiri dan kekanan seperti gerakan senam.

“ Adel , kamu ga sekolah udah jam berapa ini nak”. Teriak mama . Ku lihat jam dinding dan astaga ternyata sudah jam 06.30 saking asiknya aku menikmati udara pagi sampai lupa pergi sekolah . Dengan cepat aku mandi dan berpakaian , segera aku turun ke lantai bawah. “ Ga sarapan dulu sayang”. Ujar mama dan menyodorkan roti lapis berisi selai nanas ke padaku . “ Ga mah nanti Adel sarapan di kantin sekolah aja , ga keburu mah kalau Adel harus sarapan lagi”. Tolakku . Segera aku pergi tak lupa aku salaman dengan mama dan papa ku . “Adel pergi dulu mah , pah . Assalamualaikum”. Teriakku dari teras rumah .

Ku ayuh sepedah ontel ku dengan sekuat tenaga agar sampai tepat waktu . Walaupun Papa sudah menawari ku untuk dia antar supir , Pak Amin namanya . Tapi aku menolaknya , dengan alasan hitung hitung mengurangi polusi udara . Selain itu dengan naik sepedah tubuh kita jadi sehat . Ku terus mengayuh sepedah dengan kecepatan yang semakin laju . Tak terasa keringat mulai bercucuran membasahi tubuh ku , maklum saja jarak antara rumah dan sekolah ku cukup jauh kurang lebih 1 Km . Tetapi aku tak merasa lelah karena aku sudah terbiasa . Akhirnya aku sampai di depan gapura sekolah , jelas sekali terpampang nama sekolah ku “ SMA Negeri 1 Serui” . Menjadi suatu kebanggan bagi ku bisa bersekolah di sekolah favorit seperti SMA N 1 ini .

Kring Kring Kring bel berbunyi yang membuat ku tersadar dari lamunan ku , sedari tadi aku terus memperhatikan gapura sekolah . Ya ampun malu sekali aku tadi mungkin teman teman ku mengira aku tidak waras yang terus memperhatikan gapura . Segera aku memakirkan sepedah ku di tempat parkir khusus sepeda , di SMA N 1 memang bukan hanya aku saja yang menggunakan sepedah , tingkat kesadaran siswa siswi SMA N 1 akan polusi udara cukup tinggi . Aku berlari menuju gerbang yang sedikit lagi akan di tutup . Untung saja aku tidak terlambat , batin ku seraya mengelus dadaku dan mengatur nafas ku yang abnormal. Lima menit lagi upacara segera di mulai , para pengurus osis mengatur barisan kelas X hingga kelas XII . Upacara pun di mulai petugas upacara sudah menempatkan diri di lapangan dan para guru pun sudah berbaris untuk mengikuti upacara . Serangkaian upacara satu persatu telah di lewati , seperti pengibaran , pembacaan pancasila serta UUD .

“ Amanat” . Ujar protocol upacara . “ Untuk amanat , istirahat di tempat grak”. Seru pemimpin upacara .

“ Selamat pagi , salam sejahterah bagi kita semua . Sebagai umat beragama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan YME , yang telah melimpahkan karunia nya hingga kita dapat berkumpul di pagi hari ini untuk melaksanakan upacara bendera”. Ujar Ibu Fitri selaku Pembina upacara . “ Perlu saya beritahukan kepada kalian semua , kita patut berbangga karena sekolah kita yang kita cintai ini SMA N 1 Serui masuk kedalam sekolah terbaik di Indonesia . Yang mampu bersaing dengan sekolah sekolah di luar sana” . Jelas Ibu Fitri . Sontak kami para peserta upacara bertepuk tangan gembira . Tak disangka sangka sekolah kami masuk ke dalam jajaran sekolah pelaksana K13 terbaik . Dari sekian ribu sekolah di Indonesia kami menjadi terbaik , yah walaupun di urutan seratusan lebih , tetapi kami tetap bangga karena kami bisa mengalahkan sekolah di luar sana . Belum sampai di situ Ibu Fitri berpidato . “ Dan satu lagi , sekolah kita akan menerapkan GLS ( Gerakan Literasi Sekolah ) Literasi sekolah itu adalah upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah ( guru , peserta didik , orang tua / wali murid ) , sebagai bagian dari ekosistem pendidikan”. Ucap Ibu Fitri menjelaskan panjang lebar mengenai Literasi Sekolah. Awal nya kami sempat bingung , pengertian Literasi Sekolah intinya itu apa sih. “Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah Kegiatan 15 Menit Membaca Buku Non pelajaran Sebelum Waktu Belajar”. Ucap Ibu Fitri lagi . Setelah ibu Fitri mengatakan itu kami akhirnya paham . Jadi intinya itu kita di tuntut untuk selalu membaca sebelum memulainya pelajaran . Karena membaca jembatan ilmu. Dan belum sampai di situ ibu berpidato . “ Dan untuk mengembangkan Literasi Sekolah , kami dari pihak sekolah akan menyelenggarakan lomba lomba yang berkaitan dengan Literasi . Seperti lomba membuat cerpen , puisi , serta perpustakaan kelas . Untuk perpustakaan kelas itu seperti di setiap kelas harus mempunyai ruang pojok baca . Dan kami akan menilai kelas mana yang kreatif dalam membuat perpustakaan kelas . Mungkin itu saja yang ibu sampaikan kurang lebihnya mohon dimaafkan , selamat pagi”. Ujar Ibu Fitri menutup pidato nya yang panjang kali lebar hehe .

“ Tegap Grak”. Perintah pemimpin upacara . Dan akhirnya upacara pun selesai , kami kembali ke kelas masing masing . Di kelas kami semua sibuk membicarakan tentang lomba perpustakaan kelas . “ Del , gimana nih kira kira kita mau bikin apa buat lomba nanti”. Ujar Rina . “ Bikin perpustakaan kelas lah , udah jelas jelas tadi di omongin di upacara tadi”. Sambung Gina secara tiba tiba menjawab entah dari mana datangnya. “ Saya tau dodol , maksud saya itu kita mau bikin rak buku nya model gimana”. Jawab Rina sewot . “ Tanya mbah google aja , pasti dia tau”.Jawab ku asal . “ Bener juga sekarangkan apa apa udah internet”. Ucap Radit . “ Jadi kita mau bikin di rumah nya siapa nih ?”. Tanya Rina sambil menatap kami semua . “ Di rumah nya Adel aja ,rumah nya kan besar ada wifi nya lagi”.Ujar Radit . Aku pun hanya menganggukan kepala tanda setuju “ Boleh juga , jadi mulai hari ini kalian datang ke rumah ku , dan kita akan bagi bagi tugas . Laki laki bagian cari bamboo , dan perempuan bagian mendesain rak buku nya . Gmna setuju nggak ?”. Tanya ku pada semua , dan mereka pun menjawab setuju dengan serentak .

‘Duh mereka kok belum pada dateng yah , janjinya jam tiga ini mah udah mau jam empat” . Desisku . “ Kamu lagi nungguin siapa Del”. Tanya mama yang menghampiriku . “ Ini mah temen temen Adel mau pada ke sini buat bikin rak buku , untuk lomba nanti”. Jawab ku . “ Di sms in lagi aja Del , mungkin mereka masih di jalan”. Ujar mama. “ Iyah mah ini Adel lagi sms mereka”. Ujar ku . “ Yaudah kalo gitu mama masuk dulu yah , mau bikini kalian minuman sama cemilan , biar kalian makin semangat kerja nya”. Kata mama. “ Makasih mah , maaf yah Adel ga bias bantuin”. Ujar ku sambil menatap mama . “ Gapapa saying”. Ucap mama seraya mencubit pipiku “ aduuh sakit mah”. Pekik ku sambil memegang pipi.

TO : Rani ; Radit ; Gina ; Santi ; Dina ; Reza

Kalian dimana , jadi dateng nggk ?

SEND

Tak lama kemudian hp berbunyi menandakan sms masuk , segera ku baca siapa tau dari mereka .

FROM : Rani

Otw , dikit lagi nyampe .

FROM : Radit

Kejebak macet nih

TO : Radit

Sejak kapan serui macet dodol . Udah buruan dateng.

Tak lama kemudian mereka pun datang , Gina dan Rina membawa manik manik untuk menghias rak dan kelas , sedangkan Radit dan Reza membawa bambu dan alat perkakas . Kami pun segera membuat rak tersebut dengan melihat contoh dari mbah google . “ Btw , Del kamu kan jago nulis cerpen kenapa kamu ga ikutan lomba bikin cerpen aja siapa tau menang . Terus kamu bikin buat kelas juga biar di taro di perpus kelas . Gimana Del ?”. Tanya Rina “ Iyah deh ikutan aja , sayang tau kalo punya bakat ga di kembangin mubazir.” Timpal Radit . “ Iyah nanti aku pikirin , soalnya buat cerpen itu ga gampang tau”. Jawab ku . Sebenernya aku juga berpikiran seperti itu tapi aku masih ragu , aku cuman penulis amatiran doang , aku masih takut untuk ngembangin bakat ku . Waktu berjalan begitu cepat akhirnya rak kami pun jadi , tinggal di pasang di kelas aja . “ Akhirnya selesai juga” . Ucap kami semua . “ Puuu lang yoouk udaaah malem nih”. Kata Radit yang berbicara sambil menguap. “ Yaudah kalian pulang aja udah jam sembilan nih . Nanti raknya biar aku yang bawa aja besok”. Kata ku . “ Pake ontel?”. Tanya Rani yang mengangkat alis tanda tak percaya. “ yah enggak lah Ran , nanti aku suruh supir aku yang anter rak nya”. Jawab ku . “ Ya udah sana kalian pulang gih” . Ucap ku lagi . Bukan nya aku mengusir mereka lagi pula tidak baikkan pulang larut malam , apa lagi perempuan .

Sudah jam sepuluh aku belum bisa tidur , aku terus memikirkan kata kata Radit “sayang tau kalo punya bakat ga di kembangin mubazir”. Aku jadi terus berpikir ada benarnya juga kata Radit . Akhirnya aku pun mencoba memberanikkan diri , aku membuka laptop ku untuk mencoba membuat cerpen . Awal nya aku pusing mau membuat cerpen apa , akhirnya cerpennya ku beri judul Zero To Hero artinya dari nol samapi menjadi hero . Atau yang lebih mudah di pahami dari yang bukan apa apa menjadi apa apa .

Waktu pengumuman pemenang pun tiba , pengumuman di umumkan pada moment sumpah pemuda . Aku dan anak anak kelas merasa harap harap cemas , akan kah karya kami bisa menang . Di antara teman teman ku , aku yang terlihat sangat tegang . Akan kah cerpen hasil karya ku mendapat apresiet dari guru . Dan pengumuman nya pun akan segera di umum kan , dan itu semakin membuat ku tegang. “ Tes tes mic tes , baiklah para siswa siswi SMA N 1 Serui , akhirnya waktu nya pun telah tiba , siapakah yang keluar sebagai pemenang nya . Marilah kita simak baik baik”. Ujar Pak Amir selaku panita lomba . Keringat dingin pun keluar , aku semakin gugup . “ Pemenang lomba puisi untuk juara tiga jatuh kepadaaaa Ani Tya dari kelas XII MIA 4”. Seru Pak Amir . Anak anak kelas XII MIA 4 pun bersorak gembira karena salah satu teman nya dapat juara . “ Juara ke dua di menang kan oleehhh Revan Syaputra dari kelas X MIA 2 , dan juara pertama jatuh kepada …… Astia Aninda dari kelas XI MIA 3” . Suara riuh terdengar dari anak anak kelas XI MIA 2 . Huhh pasti orang nya puitis banget , ga kaya aku nulis cerpen masih abal abalan, batinku. “ Kategori selanjutnya adalah pemenang lomba perpustakaan kelas , Juara ke dua jatuh padaaa kelasss XII MIA 5”. Keriuhan pun terdengar dari anak kelas XII MIA 5 . “ Juara tiga jatuh kepadaaa kelass X MIA 3 dan juara satu di raihh olehhhhh kelasss”. Aku dan teman teman kelas ku saling berpegang tangan menanti hasil terakhir . “ Semoga aja kita menang , amien” Ujar Radit . “ Juara satu di raih oleh kelass XI MIA 5”. Aku dan teman teman ku sempat tak percaya , kami saling mencubit satu sama lain untuk memastikan bahwa ini bukan mimpi . “ Aww sakit tau”. Jadii ini bukan mimpi kelas kami benar benar menang , ada rasa haru , bahagia saat kelas kami di nyatakan menang . “ Kategori terakhir lomba membuat cerpen , juara tiga di raih oleh Agis Drama Wongso dari kelas X IPS 1 , juara dua di raihh olehh Jesika Kumala wongso”. “ Gila adek kaka bisa sama sama menang” . Ujar Radit tak percaya . Tidak ada harapan ku untuk menang , batin ku. Saat aku hendak pergi ke kelas karena aku tau mana mungkin aku bisa menang . Tetapi tiba tiba . “ Juara satu membuat cerpen jatuh padaa Adelia Tri Bramantio dari kelas XI MIA 5” . Deg . “ Del , Del , kamu juara Del , kamu juara satu”.Teriak Rani yang membuat seluruh orang yang ada di lapangan mendengarnya . “ Iyah aku menang Del , aku ga percaya aku kira aku ga bakal menang , makanya aku pergi”. Ujarku tak terasa air mata berjatuhan di pipiku . Aku tidak saggup menahan rasa bahagia ku . Aku pun memeluk Rani sambil menangis .

Sekarang aku berjanji pada diriku sendiri , aku tidak akan menyianyiakan bakat yang aku miliki . Karena aku yakin ini adalah anugerah dari Tuhan yang ga semua orang bisa miliki . Dan terimakasih buat sekolah yang telah menyelenggarakan lomba ini . Sekarang aku tau potensin ku adalah di bidang menulis .

=======THE END=========

Karya : Faradila

Kelas : XI IPA 5