Selamat Datang di " SMA Negeri 1 Serui = Sekolah Literasi "

  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen didampingi Pengawas SMA/SMK pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kajari Kabupaten Kepulauan Yapen dan Perwakilan Kepolisian Resort Kabupaten Kepulauan Yapen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para undangan orang tua pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen menyerahkan hadiah kepada juara lomba puisi dan cerpen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Bendahara (Salmawaty) dan Penanggung Jawab Program Gerakan Literasi Sekolah (Fitri H K Devi) pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui

KUMPULAN PUISI

"PUTRA DAN PUTRI SMA NEGERI 1 SERUI"

Sumpah pemuda telah tercantumkan Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa Anak-anak SMA NEGERI 1 telah bersatu Meski berbeda Agama, Bangsa, dan Daerah

Guruku adalah pahlawanku Kau telah mendidik kami putra, putrid Indonesia Kami mengaku berbangsa yang satu Yaitu kami bangsa Indonesia

Hay para Guruku Kami menghormati jasa-jasamu Kami SMA NEGERI 1 membuat hari yang istimewah Hari dimana kamu bersumpah mempertahankan nama baik SMA NEGERI 1 Tanggal 28 Oktober itulah hari Sumpah Pemuda

Salam Sumpah Pemuda

Nama : Janet Lidia Oropa

Kelas : XII Ipa 4

"Generasi Baru"

Negeri yang terlahir dari perjuangan Terbentuk oleh keringat dan kerja keras Air mata yang mengalir, darah yang menetes Menghantarkan kepergian para pemuda

Tekad dan ambisi yang membara Takan padam oleh waktu Pemuda sebagai mutiara bangsa Pemuda sebagai nafas bangsa

Tak terhitung banyaknya Permata negeri ini yang telah gugur Kini tak ada lagi duka cita Tak ada lagi ratap dan tangis

Memandang lurus ke depan Menatap masa depan yang gemilang Perjuangan belum berakhir Kini generasi baru telah lahir

Bukan lagi melalui timah panas Bukan pula meriam yang meledak Tetapi melalui prestasi kami berjuang Bakwa pemuda pemudi masa kini

Adalah generasi berpendidikan Kami adalah pondasi bangsa ini Melalui sekolah literasi Kami mempersembahkan karya gemilang

Melalui sekolah literasi Kami lahirkan generasi penerus bangsa Yang cerdas dan cermat Serta bertanggung jawab.

Karya : Bella Junita Toban Patampang

XII MIA 4

”Sumpah Pemuda Untuk Mewujudkan Literasi Nyata”

Di pulau terpencil nan indah Dikelilingi oleh lautan biru Kau dibangun dalam sejarah Untuk mencerdaskan para calon pemimpin

Sudah berpuluhan tahun kau dibangun Dirimu masihlah tetap kokoh Kau pula telah menciptakan ribuan tokoh Dengan semangat bagaikan api yang berkobar Kau menuntun kami untuk meraih gelar

Tak luput oleh para pembimbing yang tak pernah rihat Membina kami tanpa merasa penat Namun kesabaran mereka tak pernah pudar Menuntun kami ke jalan yang benar

Kami para calon pemimpin yang telah kau siapkan Sudilah kami untuk menyukseskan Mewujudkan literasi sesungguhnya di sini Di puncak masa-masa SMA kami

Benda kecil namun berharga tinggi Dengan mandiri kami mencari informasi Memanfaatkan teknologi yang semakin canggih Untuk mendapatkan pengetahuan yang kekal abadi

Marilah para kaum muda Bersumpahlah... Dengan semangat pemuda Akan melanjutkan semangat perjuangan mereka Pahlawan yang telah gugur pada medan perang Memberontak hingga titik darah penghabisan Mengantarkan anak cucu mereka ke orde reformasi

Walau tanpa bercucuran keringat dan darah Kita bisa berjuang dalam hal pendidikan Demi memajukan bangsa dan negara Lanjutkanlah perjuangan para pahlawan Bangkitlah Indonesiaku~

Nama: Santy Triwahyuni

Kelas: XII MIA 4

”Masih Ada”

Oleh: Anlis Arsyllah Anwar

XII MIA 4

Kekejaman para kolonialis Dieksploitasi dengan sadis Ditindas dengan bengis Disiksa tanpa belas kasih Tak akan kami lupa

Gemuruh dendangan sumpah Derasnya cucuran darah pengabdian Luapan api semangat yang membara Tak akan kami lupa

Tak terlihat Tapi kau tetap ada Semangatmu merasuki kami Membakar jiwa yang lengah Mengoyak-ngoyak hati yang malas Menlunturkan dinding keputusasaan

Kami tidakkan kalah Tidakkan menyerah Tidakkan goyah Walau bukan dengan pertumpahan darah Walau bukan dengankekuatan fisik

Kami melangkah pasti Kami mencari dan menggali Kami gunakan teknologi yang semakin maju Kami sukseskan sistem literasi

Kami pemuda pemudi Ambisi yang tidakkan padam Penerus yang tak pernah menyerah Demi bumi ini Bumi indonesia

”Semangat Meningkatkan Kreativitas Diri”

Sepi sedingin pagi, Hati bergumam lirih dari cemas yang bergetar. Ku jatuh bagai daun-daun kering terhembus angin, Berserakkan, Tak di pedulikkan.

Bangkit dalam kesendirian, Berdamai dengan kenyataan, Ku lepaskan luka, Dari sebuah genggaman.

Berlayar dari kekosongan dan kehampaan, Ku tulis piluku di sebuah kertas. Kan ku katakan, Aku telah bangkit.

Ku jemput kepercayaan diri yang telah pergi, Ku jaga semangat yang ada dalam diri. Tak ku hiraukan kata menyerah, Ku biarkan inspirasi meghiasi sudut angan-angan.

Dengan terus menggoreskan tinta, Menatap kata demi kata. Ku bangun kreativitas dalam diriku.

Kulelehkan rasa cemas yang membeku, Ku hancurkan tiap keping kebodohan. Dan kubiarkan Kemampuanku bersinar dalam gelap.

Dan ku buat negeri yang kini padam, Kan kembali terang benderang.

Bersama sekolahku, Sekolah literasi, Ku tingkatkan kreativitas diri.

ARINDA, XII A2

”POETRA-POETRI”

KARYA : AZIZAH HASRUL

Putra Putri Kita adalah tunas harapan bangsa Kita adalah penentu citra bangsa Bangkitlah!!!

Putra putri Tanam dan semailah pribadi yang mulia Pandanglah masa yang kan datang Bangunlah!!!

Gairah dan tenaga yang ada hendaklah untuk mengais ilmu Semangat dan keringat hendaklah untuk yang bermanfaat Raihlah kemenangan!!! Jangan berpangku tangan!!!

Potensi,kreasi janganlah tersiakan Tantangan membentang di depan Sambut bahagia!!! Putra putri..

”Super Teknologi”

Teknologi... Waktu terus berjalan, Tanpa kita tahu, Kapan akan berhenti Terus ku latih asa dalam diriku

Kuperjuangkan semua demi Bumi Pertiwi Tanpa ada kata berhenti!

Teknologi... Tetes keringat, Otak yang tak pernah berhenti Hanya untuk mewujudkan cita- cita yang GEMILANG

Semakin berjalannya waktu Dunia semakin hebat Persaingan, membuat kita semakin berlomba- lomba Untuk bisa menjadi yang pertama

Kulancarkan semua hasrat dan kemampuanku Dengan kreativitas yang muncul Dalam hati dan khayal yang tak bisa diterka Siapa pun...

Kutuangkan semua dilayar datar Semua rapi ku ukir agar mereka yang melihat Akan terpukan dengan apa yang telah Ku ekpresikan dihasil karyaku

Tangan dan mata mulai Terasa sakit dan nyeri, di hadapan layar datar Namun dalam pikiran selalu Berteriak, kamu harus terus berlari !!!

Terus buka mata dan pikiran kamu kamu yang membuat masa depanmu sendiri bukan dia atupun mereka, jiwa semakin terbakar , dan terus berfikir

diriku punya kemampuan mereka bisa , aku pun juga bisa dan semua sudah menjadi janji mati

sekarang kamu yang memilih sulit dahulu dan dapatkan hasil yang menggembirakan nantiya atau bahagia dengan akhir yang sia-sia

”Semangat Sumpah Pemuda Demi Terwujudnya Sekolah Literasi”

Oleh: Yesa Fitri Maydevanti

Hai, kawanku ! Apakah semangat sumpah pemuda masih kau genggam? Apakah jiwa-jiwa perjuangan masih kau miliki? Apakah sama seperti yang dilakukan pemuda dahulu?

Zaman tanpa peperangan, Zaman teknologi tercanggih, Informasi terkini pun bisa kau dapatkan. Tapi, sadarkah kau? Kau sedang dijajah !

Tak ada penderitaan, Tak ada jerit siksaan, Kebahagiaan dimana-mana, Kemudahan hal yang biasa.

Tapi mengapa kau lupakan semangat juang mereka? Kau lupa janji-janji yang telah kau ikrarkan. Kau sedang dijajah ! Dan kau hanya diam, terlena dalam jajahan itu.

Teknologi sedang menjajahmu kawan, Kau terlena dengan informasi yang tak berbobot. Kau sia-siakan waktumu untuk melakukan hal yang tak bernilai. Bukankah seharusnya kau berjuang?

Berjuang menggapai cita-cita, Memanfaatkan teknologi yang ada. Berjuang mengharumkan bangsa, Dengan potensi yang kau miliki. Saat dahulu, para pemuda berjuang dengan semangat sumpah pemuda mereka, Mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Tetap menyanyikan lagu kebangsaan, Tanpa rasa takut sedikitpun akan larangan penjajah.

Pada era ini, apakah kau hanya akan diam? Tak pernah kah kau berfikir,

Tentang apa yang kau beri untuk sekolahmu? Ketika sekolah lain telah maju dengan prestasi mereka, Dengan sekolah literasi mereka,

Apakah kau tetap tak akan melakukan apapun demi sekolahmu? Membantu mewujudkan cita-cita menjadi sekolah literasi.

Tak perlu pertumpahan darah, Tak perlu bambu runcing. Cukup kau manfaatkan teknologi dengan baik, Cermat memilih informasi yang berguna.

Kalahkan teknologi yang menjajahmu, Buat dirimu bangga, Buat orang tuamu bangga, Buktikan pada mereka, sekolahmu yang terbaik.

”DENGAN SEMANGAT SUMPAH PEMUDA”

MAMPU MELAHIRKAN SEKOLAH LITERASI

Kami sebagai generasi muda penerus bangsa indonesia... Yang akan terus memperingati hari Sumpah Pemuda Dan akan terus melangkah kedepan demi mewujudkan kedamaian indonesia Dan meneruskan janji Sumpah Pemuda

Pengakuan dari para pemuda-pemudi indonesia... Yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa Merupakan wujud dari para pemuda-pemudi yang menjadikan indonesia sebagai negara Yang damai dan menjunjung tinggi akan Tanah air, Bangsa, Bahasa!!!

Dengan diwarisi semangat sumpah pemuda Kami duduk dan mengikuti kegiatan belejar mengajar disekolah Demi mewujudkan cita-cita yang kami pendamkan selama ini Maka hadirlah sosok seorang penerus tauladan yang sangat dibutuhkan bagi kami... Sebagai orang tua kedua kami yang selalu hadir di sebuah tempat

Tempat yang kami jadikan sebagai wadah sumber ilmu pengetahuan Inilah tempat kami belajar... Inilah tempat kami untuk meraih kesuksesan Dan inilah tempat kami menjalin hubungan interaksi sosial Serta hadirnya sosok yang mulia,tanpa tanda jasa... Yaa.. Dialah guru, Yang mendorong kami terus melangkah kedepan Dan membuat kami begitu termotivasi dari didikannya

Terinspirasi dari sebuah wadah ilmu pengetahuan yang melahirkan generasi yang berpotensi Serta sarana dan prasaran study yang memadai Hanya dapat diperoleh dari Sekolah yang berpredikat Literasi Patut kita merasa bangga dengan Sekolah kita Untuk memperjuangkan Sebuah Sekolah dengan berpredikat Literasi Tidak semudah seperti membalik telapak tangan Namun butuh sebuah perjuangan besar antara Guru, Murid dan Orang tua Selain itu pula disertai dengan kesadaran dan usaha keras serta semangat tinggi Untuk meraih tujuan dan harapan ...............

KARYA : DEVITRI SAHAYANI

KELAS : XI MIA4

”SEKOLAH KEBANGGAANKU”

Sekolahku Semilir angin pagi membangunkanku tuk beranjak ke sekolahku Disini aku menemukan hidup baru Dalam deraian syukur dalam kalbu Menatap masa depan yang gemilang Karena pendidikan adalah kekuatanku.

Sekolahku, Disini aku diajarkan membaca dan menulis Ilmu terbaik hadir bukan dari banyaknya hartaku namun seberapa besar tekad keberhasilanku Ilmu terbaik hadir bukan dari banyaknya buku Namun dari banyaknya ilmu yang kita cintai.

Sekolahku, Tiada hari aku menghabiskan waktu Selain belajar dan diajar oleh guruku SMA NEGERI I Serui itulah sekolahku Sekolah yang memberi aku ilmu dan kemampuan tuk tingkatkan kreativitas diriku menjadi seseorang yang berguna bagi sekolah dan orang lain.

BRENDA LEONNY HUWAE

”Semangat pemuda pemudi”

Kami parapemudadanpemudi Dengansemangatyang terusberkobar Akan selalubelajar

Di setiapwaktudantempat Demimewujudkancita-citadanmasadepan Sebagaigenerasi yang cerdasdanaktif

Kami parapemudadanpemudi Akan selaluberusaha Mengembangkandiri Menjadipemudapemudi yang berkualitas

Kami parapemudadanpemudi Akan selalumelaksanakantugas sebagaipenerusbangsa Tetapbersatudanmelangkahbersama Demi kemajuanbangsakita

Kami parapemuda dan pemudi Akan terus mengembangkan negeri ini Seiring peradaban yang semakin modern Kita dapat mewujudkan berbagai sekolah Menjadi sekolah literasi

NAOMI RELIANA SIMBOLON

XII MIA 6