Selamat Datang di " SMA Negeri 1 Serui = Sekolah Literasi "

  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen didampingi Pengawas SMA/SMK pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kajari Kabupaten Kepulauan Yapen dan Perwakilan Kepolisian Resort Kabupaten Kepulauan Yapen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para undangan orang tua pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen menyerahkan hadiah kepada juara lomba puisi dan cerpen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Bendahara (Salmawaty) dan Penanggung Jawab Program Gerakan Literasi Sekolah (Fitri H K Devi) pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui

Peran Kecil Sang Pemuda

Hari itu merupakan hari senin, hari pertama bersekolah di minggu itu. Aku berangkat sekolah dengan penuh semangat baru sebagai tanda memulai minggu yang baru. Hari itu dimulai dengan kegiatan upacara bendera. Walaupun cuaca pagi itu cukup panas, seluruh peserta upacara mengikuti upacara dengan cukup hikmad. Di tengah upacara pembina upacara memberikan amanat bagi seluruh peserta upacara. Mulai dari mengomentari jalannya upacara, kebersihan lingkungan sekolah, hingga menjelaskan tata tertib baru di sekolah. Tetapi ada satu hal yang membuatku tertarik yaitu pengumuman bahwa sekolah kami akan dijadikan sekolah literasi. Hal yang sebenanya asing dan terdengar baru bagiku, sehingga menjadi pertanyaan besar bagiku. Upacara akhirnya selesai dan ditutup dengan do'a.

Setelah mengikuti upacara kami lantas bersiap berganti pakaian untuk mengikuti pelajaran olahraga. Pelajaran olahraga berlangsung dengan cukup seru dan penuh gelak tawa. Singkat waktu jam olahraga pun berakhir, kami diperintahkan untuk kembali keruangam kelas kami untuk berganti pakaian dan bersiap untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.

Pelajaran berikutnya merupakan salah satu pelajaran favoritku, yaitu Bahasa Indonesia. Ibu Sara (guru Bahasa Indonesia) masuk ke kelas kami.

"Siap gerak...beri salam kepada guru!!!"perintah ketua kelas

"Selamat pagi ibu guru" sahut kami.

"Baik silahkan duduk!!!"

"Apa kabar kalian semua?" Sapa ibu sara

"Baik bu" jawab kami kompak

"Ok sebelum memulai pelajaran kita di hari ini, ibu ingin bertanya kepada kalian. Apakah kalian tadi mengikuti upacara bendera".

"Kami semua ikut bu" jawab Andi teman sebangkuku

"Tadi ketika memberikan amanat, pembina upacara sempat mengatakan bahwa sekolah kita akan mejadi sekolah literasi!. Apakah kalian tahu apa itu sekolah literasi?"

"saya belum terlalu paham bu !!!" Jawabku sambil mengangkat tangan, Aku sangat senang karena akhirnya kurangnya pemahamanku tentang literasi sekolah akan segera terjawab.a

"Gerakan Literasi Sekolah merupakan merupakan suatu usahaatau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang dapat merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dll.), dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan." Jelas ibu sara

"Lalu apa saja yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan gerakan ini???" Tanyaku

" mewujudkannya berupa pembiasaan membaca peserta didik. Pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca. Ketika pembiasaan membaca terbentuk, selanjutnya akan diarahkan ke tahap pengembangan, dan pembelajaran. Variasi kegiatan dapat berupa perpaduan pengembangan keterampilan reseptif maupun produktif." Jelasnya lagi.

"Jadi kita akan melakukan kegiatan membaca yang membosankan itu bu???" Ujar salah satu temanku.

"Tidak hanya membaca. Kita juga akan melakukan berbagai kegiatan lain yang lebih produktif. Dan juga tidak sepantasnya kalian mengeluh dengan kegiatan ini, mestinya kalian harus malu sebagai pemuda penerus bangsa. Coba kalian tanyakan kepada diri kalian, sebesar apa peran kalian sebagai pemuda!!!"

" kalian tidak harus mengorbankan raga atau mengangkat senjata demi memerdekakan bangsa, sebagaimana yang telah dilkukan para pemuda pendahulu kalian. Apakah kalian tidak malu, hanya karena melakukan hal kecil seperti itu saja kalian mengeluh. Seharusnya kalian bersemangat dan menjadikan gerakan ini sebagai ajang membuktikan peran penting kalian sebagai pemuda". Waktu berjalan dengan cepat, dan ibu sarah melanjutkan mengajar kami.

Semenjak saat itu kami semakin termotivasi untuk semakin menunjukkan eksistensi dan peran penting kami sebagai pemuda. Perilaku dan sikap teman-teman kelasku juga semakin berubah, jam istirahat yang biasanya diisi dengan kegiatan bermain, kini diisi dengan kegiatan membaca dan kegiatan bermanfaat lainnya. Dan kini aku makin aktif diberbagai kegiatan kepemudaan, kini sekolah kami telah menjalankan kegiatan sekolah literasi, sehingga sekolah kami menjadi salah satu sekolah percontohan bagi sekolah lain di kota Serui.

Setelah sekian lama kegiatan literasi sekolah berjalan, kini kegiatan ini telah membuahkan hasilnya. Semua siswa kini semakin aktif dalam bertanya dan persaingan dalam meraih prestasi pun semakin ketat, karena semua siswa ingin menunjukkan prestasi dan eksistensi mereka sebagai pemuda. Semua ini berkat motivasi dan dorongan yang diberikan oleh ibu Sara kepada kami yang menjadi pelecut semangat bagi kami agar lebih menunjukkan peran penting kami sebagai pemuda.

Kini aku menjadi semakin sadar akan kecilnya usaha yang kami lakukan utuk menunjukkan peran penting kami sebagai pemuda, bila dibandingkan dengan para pemuda pendahulu kami, yan mengucapkan sumpah dan harus mengangkat senjata dan menumpahkan darah demi memerdekakan bangsa. Semoga semangat kami sebagai pemuda yang sadar akan pentingnya peran penting kami sebagai pemuda ini bukanlah semangat seremonial gerakan literasi sekolah belaka, melainkan menjadi semangat abadi yang akan selalu tertanam di dalam diri kami sebagai pemuda.

KARYA :

Nama : Chaeril paputungan

Kelas : XII IPA 3