Selamat Datang di " SMA Negeri 1 Serui = Sekolah Literasi "

  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen didampingi Pengawas SMA/SMK pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kajari Kabupaten Kepulauan Yapen dan Perwakilan Kepolisian Resort Kabupaten Kepulauan Yapen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para undangan orang tua pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen menyerahkan hadiah kepada juara lomba puisi dan cerpen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Bendahara (Salmawaty) dan Penanggung Jawab Program Gerakan Literasi Sekolah (Fitri H K Devi) pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui

PERJUAGAN UNTUK MENANG

Pencapaian diri terhadap suatu karya yang dapat membangkitkan minat dan semangat berkaraya ,sungguh pencapaian yang penuh dengan tekat dan pantang menyerah.

Ryan adalah murid SMA NEGERI 1 keahliannya merupakan bakat dari lahir dari tiap keluarganya hanya dia seorang yang memiliki perbedaan dari semua . Tiap tahun liburan dia selalu menghabiskan waktunya untuk membaca lebih banyak pengetahuan yang di miliki, salah satu yang terbaik adalah keahlianya dalam seni tiap karyanya tidak pernah di pamerkan setiap dari apa yang dilakukan itu tentang mengangkat semangat anak bangsa untuk kreatif dan belajar bagaimana pengorbanan pahlawan-pahlawan yang telah berjuang demi Indonesia tercinta.

Waktu sekolah adalah waktu dimana Ryan belajar memahami lebih dalam tentang semua yang di ajarkan walau dia adalah seseorang yang pendiam, selalu di asingkan seperti tidak ada yang mengenalnya hanya seorang yang mampu memahami betul dirinya. Ryan mempunyai seorang teman yang mengerti tentan Ryan selama ini. Cris merupakan teman di kelasnya yang selalu membantu Ryan setiap saat dan selalu menasehatinya.

Awal pembelajaran di kelas Ryan terlihat sangat diam tidak seperti teman-temannya yang asik bermain dia lebih memikirkan tentang bagaimana mencapai semua yang di indamkan menjadi pelukis yang terkenal,dengan terus membaca mempelajari tiap-tiap hal baru di bidang seni, teman-temannya menganggapnya aneh seiring tahun berganti dia semakin aneh itu di akibatkan karena dia mempunyai ketakutan murni di dalamnya, dia disebut paranoid dan indigo karena sering berbicara sendiri hari demi hari selalu muncul masalah pikiran hancur terbentang sejuta perntanyaan di benaknya yang tak terjawab olehnya berpikir bahwa dia bisa meluruskan semuanya luka yang di terimanya atas perlakuan teman-temanya yang sering menghinanya, mengejek dan mengosipnya selalu dia termenung dalam tiap harinya seluruh yang di inginkan tidak pernah terjadi dia membutuhkan teman tapi banyak yang menghindarinya .

Waktu berlalu degan cepat Ryan masih melakukan kesehariannya. Lalu tiba-tiba Cris datang berbicara dengannnya tentang perlombaan yang di adakan di sekolah mereka.

" Ryan aku punya kabar baik.! "

" Kabar apa?. "

" Sekolah kita mengadakan lomba untuk memperingati Sumpah Pemuda, banyak lomba yang di adakan ."

" Wah benar kah? Apa saja ?"

" Intinya hal terpenting adalah dalam perlombaan itu ada yang sesuai dengan bakat yang kau miliki yaitu seni melukis."

" Hmmmmm.....? "

" Ada apa??. "

Untuk sesaat Ryan berpikir apakah dia akan menang di perlombaan itu karena dia berpikir setahun yang lalu dia kalah akibat kecurangan di perlombaan melukis yang pernah dia ikuti tahun itu. Kemudian Ryan menyuruh Cris untuk pulang kerumahnya karena Ryan ingin mencoba berpikir kembali apa ada kesempatan untuk menang. Malam pun tiba dimana waktunya keluarga Ryan makan bersama namun tanpa Ryan, dia tidak pernah di ajak makan diluar sesekali pun tidak pernah di bawahkan oleh orang tuanya, dia hanya bisa melihat sambil menahan air liurnya. Kemudian dia kembali ke kamarnya dan menahan rasa sakit yang tidak bisa dia tahan akibat rasa sakit di perutnya. Keesokan harinya tepat jam 7:00 saat Ryan mulai memasuki pintu sekolah tiba-tiba banyak anak-anak kelas yang melihat di mading sekolah mereka berbisik tentang perlombaan yang di adakan. Selepas itu pun dia mendengar bahwa namanya disebut sebagai peserta yang mengikuti perlomban untuk memperingati Sumpah Pemuda.

Kemudian dia bertanya-tanya dan berpikir siapa yang memasukkan namanya, kemudian Cris melewatinya dengan senyum lebar tanpa sapaan kata pun. Ryan hanya memandang dan berkata pada Cris dengan nada yang kuat.

" Cris!!!, kau yang memasukan nama ku kedalam perlombaan bukan(dengan wajah bingung)."

" Aku tidak dapat mendegar mu akibat ganguan kejiwaan yang ku alami hahaha (sambil tertawa hebat)

Lalu Ryan mulai bingung dengan apa yang baru terjadi kemudian selepas dia tiba di kelasnya teman kelasnya mulai mengatakan bahwa Ryan adalah sebuah kegagalan dan tidak dapat menang di perlombaan itu.Tepat sebelum itu Ryan dengan wajah gelisa mulai kebingungan dengan dirinya yang merasa resa dia takut ada pesaing yang mampu melampaui dirinya. Selepas itu guru Seni Budaya datang untuk mengajar di kelasnya Ryan.Guru itu bernama Pak Heryanto seorang guru dalam bidang seni dia mulai menerangkan tentang konsep yang di ajarkan. Kemudian saat itu Pak Hery memberikan masing-masing untuk membuka kertas mengambar mereka lalu saat itu pun mata Pak Hery tertuju pada gambar yang di buat oleh Ryan. Dia tertuju dengan gambar Soekarno yang meliputi sketsa hitam putih yang membuat gambar itu seperti tarasa hidup di jaman itu. Lalu kemudian Pak Hery terpikir tentang perkatan Cris mengenai hasil karya yang di buat tiap perjamnya oleh Ryan.

" Pak percayalah saya jamin Bapak pasti puas dengan hasilnya yang di buat Ryan!."

Setelah itu Pak Hery mendatangi Ryan dengan tersenyum kecil sambil melihat-lihat Gambaran yang ada di dalam bukunya.Sesaat kemudian Pak Hery melihat -lihat ternyata banyak yang di lukis dengan suasana hati yang dia alami.

Lalu Pak Hery berbicara dengan Ryan.

" Gambar-gambar mu bagus, kau belajar dimana Ryan?."

" Saya hanya belajar dari pengetahuan yang saya dapat."

" Hmmmm. Bagus kau sangat berbakat tidak salah yang di ucapkan itu ternyata betul."

" Maksudnya Pak Guru Apa.?

" Tidak papa Ryan, Okee mulai sekarang kau harus bersiap untuk lomba ini*

Kemudian Ryan dengan bingungnya berpikir bahwa Pak Gurulah yang memasukan namanya saat Ryan memanggil Pak Hery, Pak Hery telah meninggalkan kelasnya.

Selepas dua hari sebelum lomba, banyak persiapan yang di lakukan untuk berhasil namun Ryan hanya duduk, mendegarkan musik dan sambil berpikir metode apakah yang akan dia gunakan. Lalu Cris muncul dan duduk bersama Ryan sambil menayainya tentang persiapannya. Ryan mulai takut tentang hal yang lalu pernah di hadapinya banyak yang melakukan kecurangan karena banyak yang menyuap para juri untuk para pemenang. Lalu Chris berbicara dengan Ryan dengan penuh keseriusan.

" Ryan, pernahkah kau merasa kegagalan selamnya selalu ada dan menutupi jalan semangat mu pernahkah kau lihat banyak pelukis yang terkenal namun mereka pun sama seperti mu. Lantaran karena hanya anak miskin yang gagal dan yang kaya yang menang, itu tidak selamnya abadi mereka akan melihat seberapa kerja keras seorang anak muda mengingat kembali masa para pejuang untuk kita."

" Hmmmmm.., aku mulai berpikir kau benar."

" Tidak ada salahnya kau mencoba kan bukannya itu adalah mimpi-mimpi mu yang kau tanam dalam diri mu, jadi aku akan memberi tahu ini bukan akhir ini adalah permulaan kau lebih kuat dari mereka dan lebih sempurna jadi kuminta kau!, mendengar kata hati mu walau kau bermimpi seolah kau di telan kegagalan mu. Tapi filing mu tidak akan kosong karena aku selalu mendukung mu kawan."

" Chris, Thanks kawan Aku akan berusaha sekuatnya tidak peduli banyak sedikitnya lawan tapi aku akan berusaha untuk memberi jalan bagi anak anak indonesia bagai mana kejujuran dan kerja keras kita ."

Chris menyadari bahwa Pak Hery mendengar pembicaran mereka lalu dengan senyum Pak Hery meninggalkan mereka. Setelah itu saatnya pembukaan perlombaan diadakan tanggal 27, sehari sebelum 28 Oktober, lomba-lomba telah di adakan dan di selengarakan dengan waktu yang bersamaan. Di situlah Ryan siap dengan media kertasnya dan pensil miliknya, perlombaan dimulai jam 9:15. Saat menungguh Ryan mencari tempat untuk membuka inspirasinya, dia mulai gugup, takut, bimbang dan Resa.

Lalu tiba-tiba Pak Hery datang dengan Chris sambil duduk pak Hery berkata pada Ryan.

" Ryan Pak Guru telah mendengar banyak hal dari mu, dari masalah keluarga mu, Teman kelas, dan masalah ketakutan mu. Tapi kau adalah anak yang baik walau kau di sebut paranoid Pak guru paham kenapa bisa terjadi seperti itu.

" Hmmm, Pak satu satunya yang membuat ku takut adalah bagai mana kalo mereka para juri akan bertindak tidak adil Pak setahun yang lalu Saya pernah mengikuti perlombaan semacam ini namun banyak yang menyuap para juri, itu sangat tidak adil Pak!!."

" Hmmmm..., Ryan kali ini Pak guru janji tidak akan terjadi hal seperti itu lagi, karena juri ini adalah Pak Guru dan teman-temannya Pak guru sewaktu Kulia dulu. Dan Pak Guru janji kau akan menjadi pemenang dengan semangat yang berkobar dalam diri mu.

" Kalo begitu baik Pak, saya akan berusaha sekeras mungkin."

Lalu Chris pun berbicara dengan Ryan.

" Kawan, kita sudah melewati banyak hal dan banyak pula masalah yang terjadi. Kita sudah pernah berada di jalan susah dan saatnya kau melepas rasa derita mu dan semua yang pernah menganggu mu. Karena kita pernah ada di jalan yang sama sekiranya aku paham betul derita mu. Tapi aku akan selalu menjadi sahabat terbaik mu, dan mengingatkan mu bahwa kita adalah penerus dan penyemangat bangsa kita."

Ryan pun terharu atas ucapan Chris padanya lalu Ryan berkata.

" Apa yang ku dapat dan apa yang ku miliki itu adalah Hak mu da milik mu juga kawan, Sampai Mati Jadi sahabat!!."

" Sampai mati jadi sahabat!!."

Selepas itu Ryan jalan melintasi koridor untuk siap membuka karya barunya "PERJUANGAN MASIH ADA".Ryan pun siap saat peluit di bunyikan Ryan mulai mengambar sketsa, namun banyak orang yang menghura dirinya dia tidak peduli, dengan cepatnya dia membuat sketsa dalam waktu hanya 5 menit saja, saat itu masuk ke tahap kedua penyesuaian sketsa dimana tafsiran cahaya sangat perlu untuk pewarnaan . Ryan melakukan keahlianya dengan melihat cahay di sekitarnya dia mulai melakukan apa yang masuk di pikirannya, tahap akhir adalah pewarnaan Ryan lebih memili Cat ketimbang Pensil warna. Karena baginya cat itu adalah pemberian teman baiknya degan waktu hampir setengah jam Akhirnya lukisan pun jadi.

Pengumuman pemenang akan di laksanakan besok dan semua lukisan pun di tutup, Ryan pun meninggalkan tempat perlombaan dengan di temani kawan baiknya.Sambil mengajaknya pergi ke luar untuk makan.

Ryan merasa lega ini sudah berakhir dan tidak perlu lagi risau tentang menang atau kalah selepas dari itu Ryan pergi ke puncak dimana biasa dia mencari ketenangan batin dan berteriak sekuat-kuatnya sambil melihat terbenamnya matahari dengan suasan hati ceria. Malam pun tiba dia bersiap tidur lebih awal karena tidak sabar dengan hasil pemenangnya.Ryan pun tertidur, dia bermimpi bahwa dia bertemu dengan Pak Hery dan Chris yang memberikan uang dan Pialah sebagai prestasi terbaik dan karya terbaik, dan juga di pamerkan selama 4 bulan di berbagai sekolah. Dia pun terbangun dan kaget ternyata hari sudah pagi dia bersiap mandi dan pergi, setelah 15 menit mencapai sekolah dan di selengarakan upacara untuk memperingati sumpah pemuda berlangsung 1 jam.

Kini saatnya mendengar hasil perlomban di mulai dari lomba Cerpen, lomba puisi, Bahasa Inggris dan masih banyak lagi, dan saatnya bagi pemenang lomba Seni Melukis .

Lalu tiba tiba telinga Ryan berdering seperti ada tanda peringatan lalu yang membacakan juara adalah Pak Hery, Pak Hery membaca pemenangnya dari urutan ke lima sampai ke satu nama pertama muncul dan Ryan mulai gugup jantung nya berdebar seolah ada yang memompa keluar jantungnya, nama ke empat masih belum ada namanya, ketiga dan kedua belum muncul namanya dan saat Pak Hery membaca nama terakhir dengan penuh rasa penasran Dia menyebut namanya Ryan.

" Dan pemenang No satu kita adalah.........Ryan!!!!!!" Degan poin seratus persen dengan tema(PERJUANGAN MASIH ADA). Di persilahkan pada Ryan untuk maju ke depan dan berbicara."

Ryan sontak kaget dan bingung karena dirinya adalah pemenang pertama lalu di maju untuk berbicara.

" Selamat pagi Bapak Ibu dan teman-teman sekalian pertama-tama saya berterima kasih kepada Tuhan atas inspirasi yang telah di berikan dan berkat atas teman dan Bapak Ibu guru sekalian.

Hanta satu yang ingin saya ucap, kita adala generasi muda berjuang demi masa depan kita selalu ada penyesalan bahkan selalu ada kegagalan tapi hidup kita tidak di batasi oleh kegagalan. Kita mempunyai semangat berkorbar walau pernah kalian terjatuh itu bukan berati kalian berhenti, lalui dan lewati semua agar..KITA SEBAGAI PEMUDA PEMUDI INDONESIA HARUS TERUS BERJUANG DAN MEMBANGKITKAN KREATIFITAS DIRI KARENA KITA ADALAH GENERASI PENERUS BANGSA!!!.

Semua pun bertepuk tangan dan bersorak meriah, lalu sambil mengucap SUMPA PEMUDA 28 OKTOBER. Lalu pameran di adakn selama 4 bulan di berbagai sekolah lain. Gambar yang di lukis adalah SOEKARNO dan wakilnya, dan BUNG TOMO tidak lupa juga dengan wajah Pak Hery dan Chris sebagia Guru dan Murid teladan..

Oleh : Briam Amtonio Kemis – XII IPA 5