Selamat Datang di " SMA Negeri 1 Serui = Sekolah Literasi "

  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen didampingi Pengawas SMA/SMK pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kajari Kabupaten Kepulauan Yapen dan Perwakilan Kepolisian Resort Kabupaten Kepulauan Yapen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para Siswa - Siswa SMA Negeri 1 Serui berpose dengan PIN GLS pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para undangan orang tua pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Para dewan guru pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Yapen menyerahkan hadiah kepada juara lomba puisi dan cerpen pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui
  • Bendahara (Salmawaty) dan Penanggung Jawab Program Gerakan Literasi Sekolah (Fitri H K Devi) pada acara Lounching GLS SMA Negeri 1 Serui

Satukan Semangat

Pagi itu, waktu saya masih bisa dibilang pucuk oleh teman-teman atau kakak kelas, saya duduk di bangku panjang di depan sebuah kelas. Sebatang pohon gersen yang rindang meneduhiku. Teman dekatku Eka duduk disampingku, sambil mengutak atik laptop yang ada di pangkuannya dengan tersenyum mangguk-mangguk tanda ia mengerti dengan pelajaran yang sejak tadi ia pelajari di laptopnya. Hari itu adalah hari yang agak menyibukkan.

Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah lab komputer dengan pintu yang terbuka. Di mulut pintu berdiri dua siswa yang sedang berbincang tentang pelajaran. Mereka adalah kakak kelas berotak jenius, Kakak John siswa kelas XII Mia 5 yang terkenal karena selalu menang olimpiade Biology dan Kakak Rendy siswa kelas XII Mia 6 yang terkenal karena keahliannya dibidang komputer.

Saya merasa cemas karena sedikit lagi jam 09.00 Wit. saya bukan merasa cemas pada jamnya, tetapi pada situasi yang akan terjadi pada jam itu. Hari ini pukul 09.00 Wit akan diadakannya olimpiade TIK dalam rangka meningkatkan literasi komunikasi di SMA Negeri 1 Serui. Lombanya tidak seperti lomba olimpiade pada umunya karena pada lomba kali ini terdiri dari beberapa grup dan setiap grup ada 6 orang siswa yang terpilih dari kelas masing-masing dan lombanya adalah membuat sebuah aplikasi menarik yang berguna untuk browsing . Andi yaitu saya, Eka, Abdul, Aniati, Chairil, Christin adalah siswa yang terpilih dari kelas kami X Mia 3. Bisa dibilang ini sesuatu yang membanggakan sekaligus beban untuk kami berenam. Bangga karena dari 30 siswa di dalam kelas, kamilah yang terpilih untuk mengikuti olimpiade kali ini, dan menjadi beban karena semenjak minggu lalu kami sibuk belajar membuat aplikasi dan mengasah ide-ide untuk membuat aplikasi menarik.

Jam 09.00 Wit, kami berenam dan semua grup-grup dari berbagai kelas berkumpul di lapangan yang luas. Sebelum memulai lomba, kami membaca do’a yang dipimpin oleh guru kami Bapak Kundori.

Apel selesai, kami berenam berkumpul sambil memotivasi satu sama lain. Tak bisa dipungkiri kami berenam gugup menghadapi lomba ini, selain karena pertamakalinya kami mengikuti lomba olimpiade, kakak-kakak kelas yang terkenal dengan kemampuan teknologi komputer juga hadir untuk mengikuti lomba. “Kalau kita kalah bagaimana?”. Ujar Eka. Pertanyaan Eka membuat kami berenam semakin gugup. Dengan suara sedikit ragu dan tersendat-sendat karena gugup akhirnya aku menjawab pertanyaan Eka. “kalau kita kalah adalah hal yang sangat wajar, kita belum banyak pengalaman dan lawan kita adalah orang-orang yang hebat. Tetapi kalau kita menang itu adalah hal yang sangat membanggakan”. “Lagian orang lain tidak pernah melihat kegagalan seseorang, tetapi kesuksesannya. Kau lihat Eka, apakah kamu dan kita semua yang ada disini tau kegagalan apa saja yang telah dilewati kakak Rendy yang terkenal itu?” sambung Abdul. “Yap..! betul skali. Tunggu apa lagi teman-teman? Ayo semngat…!”. Kata Christin

Karena motivasi-motivasi tadi, kami jadi semangat kembali untuk mengikuti lomba. Lomba pun dimulai kurang lebih 2 jam, kami mengerjakan dengan penuh percaya diri dan semangat, kami memanfaatkan waktu dengan baik.

Selesai lomba, semua grup disuruh berkumpul di lapangan untuk mendengar pemberitahuan selanjutnya. Kepala sekolah memberitahukan bahwa hasil tes akan dibacakan pada hari senin minggu depan.

Hari silih berganti, hasil kejuaraan akan dibacakan hari ini juga selesai upacara. Semenjak olimpiade minggu lalu kami berenam tidak pernah lagi membahas sesuatu yang berkaitan dengan olimpiade, mungkin mereka merasakan hal yang sama seperti ku, takut mendengar pengumuman kejuaraan tetapi penasaran juga. “pagi anak-anak, hari ini akan diumumkan hasil kejuaraan lomba olimpiade minggu lalu, yang lainnya tolong jangan meniggalkan barisan”. ujar kepala sekola. Pemenang lomba olimpiade akan segera dibacakan, betapa gugupnya kami, rasanya belum sipa menerima kenyataan. Saat kami mendengar bahwa grup kak Rendy adalah pemenang juara ketiga lomba olimpiade itu rasanya hatiku remuk seperti tak ada harapan lagi yang tersisa untuk kami.

Tak disangka saat dibacakan bahwa grup kamilah pemenang pertama juara olimpiade TIK kami langsung berteriak kegirangan. Sungguh tidak bisa dipercaya kami menjadi juara di sekolah yang lebih membuat kami bangga adalah kami bisa mengalahkan kakak kelas kami. Hari itu adalah hari yang sangat menyenangkan dan berkesan buat kami.

SELESAI

Tema : dengan sekolah litarasi komunikasi kita tingkatkan kreativitas diri Nama : Andi Saipul Silondaneng Kelas : XII Mia 3